Surga Tersembunyi itu Bersama Pulau Sempu dan Segara Anakan

Surga yang tersembunyi, begitulah kira-kira gambaran Pulau Sempu dan Segara Anakan. Keindahan sebuah pantai sangat jelas terlihat di pulau yang terletak di Kota Malang ini. Pulau ini seperti belum banyak tersentuh tangan-tangan manusia karena letaknya yang bersemnbunyi di balik sebuah kawasan cagar alam.


Pulau Sempu dengan Segara Anakan terletak di Sumbermanjing salah satu kabupaten di Kota Malang. Pulau ini menyembunyikan keindahan pantai dengan suasana yang masih menyatu dengan alam. Pasir putih yang lembut saat bersentuhan dengan kaki dan jernihnya air dengan perpaduan warna biru dan hijau, membuat kita dimanjakan oleh kecantikan salah satu pantai yang ada di kota beriuluk kota apel ini.


Kedamaian suasana sambil melihat permainan ombak yang tenang dan hembusan angin vang sejuk membuat kamu seperti merasa tinggal di surga hingga pikiran dan tubuh enggan untuk pergi dari Segara Anakan yang merupakan telaga di Pulau Sempu. Danau Segara Anakan telah terbentuk sejak berjuta-juta tahun lalu dan merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Malang. Dikelilingi bukit-bukit karang yang menjulang tinggi, membuat ombak laut selatan yang ganas tidak dapat masuk ke dalam Segara Anakan. Air laut yang mengisi telaga masuk melalui lubang yang secara konstan selalu menembus Segara Anakan. Percikan deburan ombak yang masuk melalui lubang memberikan pemandangan yang mungkin jarang kamu jumpai sebelunmnya. Ombak yang tenang memberikan suasana yang tenteram di telaga Segara Anakan. Belum lagi kemunculan kera putih dan lutung jawa yang sering berkeliaran di sekitar area ini, membuat jalan-jalan ke telaga Segara Anakan di Pulau Sempu terasa begitu menyenangkan.


Selain menikmati keindahan Pulau Sempu dan Segara Anakan, kamu juga bisa melakukan kegiatan snorkeling. Menyelam di pulau ini serasa menikmati keindahan surga alam Indonesia di pulau pribadi. Kelestarian alam di Pulau Sempu dan telaga Segara Anakan yang jauh dari peradaban ini, seperti dapat menjernihkan pikiran dan tubuh yang penat dengan rutinitas sehari-hari. Pulau Sempu beserta telaga Segara Anakan merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia kaya akan keindahan alam yang tidak ada habis-habisnva untuk kita kagumi.

Raja Ampat: Surga Petualangan Dunia di Ujung Papua

Sekilas, pikiran melayang dan sebuah lukisan elok pun terbayang. Lautan lepas dengan pulau-pulau karang yang tersusun rapih menyambut lumba-lumba yang berloncatan ceria. Langit biru berpadu indah dengan riak ombak yang menyisir pasir putih di tepian pantai. Udara segar bertiup riuh rendah, menjamin kesejukan alami khas hutan tropis yang hijau. Suara burung camar menyeruak indah, seakan bernyanyi dan mensyukuri pemandangan menakjubkan ini. Dari dalam air, ikan-ikan berwarna cantik menghiasi karang-karang hidup yang menari gemulai. Ini adalah surga kehidupan nyata di bumi.

Deskripsi tempat indah di atas bukanlah mimpi; semuanya nyata dan benar-benar ada. Kepulauan ini terletak di Papua Barat, Indonesia. Berada di ujung barat laut pulau Papua, kawasan ini telah dikenal luas sebagai ‘tambang emas’ bagi para penggila petualangan. Bagi para penyelam, baik dalam negeri maupun luar negeri, tempat ini dianggap sebagai surga yang tak terungkapkan kata-kata. Satu-satunya cara untuk membuktikan berbagai pendapat ini adalah dengan datang langsung menikmati ‘sang mutiara’ di ujung Papua.


Raja Ampat adalah sebuah kabupaten yang merupakan bagian dari Provinsi Papua Barat. Untuk mencapai daerah ini, kita harus terlebih dahulu menuju kota Sorong. Banyak wisatawan yang menggunakan penerbangan untuk sampai ke kota tersebut. Setelah tiba di Sorong, kita bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kapal cepat yang berlayar dua kali sehari menuju Waisai, ibu kota kabupaten. Perjalanan ini hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam dari pelabuhan Sorong hingga tiba di pelabuhan Waisai.


Secara umum, kepulauan ini terdiri dari banyak pulau karang yang tersebar luas di seluruh wilayahnya. Namun, terdapat empat pulau utama yang paling besar, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Keempat pulau besar ini menjadi titik awal penyebaran penduduk setempat, sebagian besar yang berprofesi sebagai nelayan. Wilayah perairannya merupakan daya tarik utama, mengingat perairannya termasuk salah satu dari 10 terbaik di dunia, berdasarkan berbagai penelitian mengenai kekayaan flora dan fauna serta kelestarian alam laut yang dimilikinya.


Sebuah laporan dari badan konservasi internasional menyebutkan bahwa perairan wilayah ini memiliki sekitar 75% spesies laut di seluruh dunia. Bahkan, wilayah laut dan darat yang mencakup 4,6 juta hektar ini menjadi rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, dan ribuan biota laut lainnya. Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika tempat ini dianggap sebagai surga bawah laut tercantik di dunia.


Selain kekayaan alam bawah laut, kawasan ini juga menyimpan banyak daya tarik di atas permukaannya. Banyak pantai indah berpasir putih yang tersebar di seluruh kepulauan, dengan tekstur halus seperti tepung. Selain itu, deretan pulau-pulau yang membentuk tebing-tebing tinggi semakin menambah keindahan. Beberapa tempat, seperti Piaynemo, Teluk Kabui, dan Wayag, telah dikenal luas di seluruh dunia sebelum populer di dalam negeri. Hutan tropisnya juga tidak kalah menarik, dengan beberapa lokasi seperti desa Sawinggrai atau Saporkrein menawarkan pengalaman tak terlupakan untuk menyaksikan burung cenderawasih, spesies langka dan indah yang sering disebut sebagai burung surga.


Kekayaan alam di kawasan ini tidak hanya terbatas pada keindahan alam bawah laut, tetapi juga meliputi kebudayaan dan kesenian yang sangat unik dan menarik. Beberapa desa di wilayah ini telah mengukuhkan diri sebagai desa wisata, salah satunya Desa Arborek. Desa yang terletak di sebuah pulau kecil ini memiliki berbagai kesenian, mulai dari tarian tradisional, makanan Sinole yang terbuat dari sagu, hingga kerajinan anyaman daun pandan khas Arborek yang diwariskan turun-temurun antar generasi. Desa Arborek hanyalah salah satu dari sekian banyak desa yang memiliki keunikan masing-masing.


Selain itu, banyak peninggalan sejarah yang dapat ditemukan di kepulauan ini, yang memiliki kaitan dengan Kesultanan Tidore, Maluku. Beberapa penduduknya masih memiliki darah Kerajaan Tidore, sementara peninggalan-peninggalan perang dunia kedua dan gua-gua dengan lukisan tangan khas manusia purba juga tersebar di seluruh wilayah. Mempelajari keunikan kawasan ini seakan tidak ada habisnya, itulah yang menjadikannya begitu berjaya hingga saat ini.


Betapa kayanya alam, sejarah, dan budaya Raja Ampat, sehingga membuat dunia berdecak kagum. Kini, kawasan ini telah menjadi salah satu tujuan wisata terkenal di dunia. Namun, karena akses yang terbatas, diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mencapainya. Meski begitu, tidak perlu khawatir, karena kawasan ini semakin hari semakin berbenah dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk semua kalangan. Penginapan, mulai dari resor mewah hingga motel kecil yang terjangkau, dapat dengan mudah ditemukan di sini. Para wisatawan hanya perlu bijak dalam menjaga keindahan alam agar tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.


Sebagai penutup, keindahan alam yang elok Raja Ampat tak lepas dari kisah-kisah legenda yang telah dipercaya turun-temurun oleh masyarakat setempat. Menurut cerita rakyat Papua, nama kawasan ini berasal dari tujuh telur yang ditemukan oleh seorang wanita leluhur mereka. Empat telur di antaranya menetas menjadi empat pangeran yang kemudian menjadi raja atas empat pulau besar: Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool. Sedangkan tiga lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu. Kisah ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai asal usul nama kawasan ini. Meskipun sulit diterima secara akal sehat, jika direnungkan lebih dalam, alam ini memang dianggap sebagai tempat sakral, layaknya sebuah kerajaan yang harus dijaga dari kerusakan dan kehancuran.

Sedekah Bumi



Sedekah bumi atau legenonan merupakan adat istiadat masyarakat KabupatenBatang. Sedekah bumi merupakan wujud rasa syukur para petani kepada SangPencipta jagad raya atas hasil bumi yang didapatkan dan sebagai doa agar hasil bumiyang akan datang lebih melimpah serta selalu diberi perlindungan dalam bekerja.Sedekah bumi diadakan oleh para petani di berbagai desa di Kabupaten Batang.


Sedekah bumi dilaksanakan setahun sekali pada bulan legeno (penanggalan jawa). Meskipun sedekah bumi diadakan oleh para petani di sebuah desa, namunsemua kalangan dapat menikmatinya. Bahkan perayaan sedekah bumi dapat dinikmatioleh penduduk desa lain. Tidak ada kekhususan untuk menghadiri perarayaan tersebut karena sedekah bumi sama halnya dengan pesta rakyat. Para petani merasa bersyukur dengan hasil bumi yang didapatkan, sebagai rasa syukurnya mereka berbagi kebahagian terhadap masyarakat lainnya.


Dalam perayaan sedekah bumi memiliki kekhasan, yaitu dengan adanyapertunjukan wayang atau yang sering disebut dengan nanggap wayang. Pertunjukan wayang dilakukan mulai dari siang hari sampai pagi hari. Prosesi sedekah bumi, diawali dengan slametan yang dipimpin oleh seorang mudin dan dihadiri masyarakat desa. Setelah zuhur dimulailah pertunjukan wayang. Pertunjukan pertama selesai asar. Kemudian pertunjukan wayang dilanjutkan kembali setelah salat isya. Pertunjukan wayang tersebut merupakan pertunjukan wayang golek. Wayang golek merupakan wayang yang terbuat dari kayu. Pertunjukan wayang kedua biasanya selesai subuh.


Selain itu, pertunjukan wayang dalam sedekah bumi juga mempunyai manfaat untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Batang. Pertunjukan wayang makin kurang diminati kalangan muda. Namun dengan adanya sedekah bumi yang diselenggaran oleh pemerintah desa dan semua komponen yang ada di desa termasuk karang taruna, sehingga kalangan muda ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Namun, prosesi sedekah bumi di berbagai desa di Kabupaten Batang berbeda-beda. Sebagian desa melakukan kirab. Dalam kirab tersebut warga menggotong gunungan buah-buahan hasil bumi. Selain itu, ada pula yang dilakukan dengan melakukan bersih desa dan haul akbar yang diikuti seluruh masyarakat. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antarmayarakat. Terdapat berbagai pelajaran yang dapat diambil dari sedekah bumi. Makna terpenting dari sedekah bumi adalah sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Tuhan, serta sebagai wujud melestarikan kebudayaan.

Mitoni

Meskipun zaman telah berkembang sedemikian modern namun sebagian warga masyrakat Yogykarta tidak serta-merta meninggalkan budaya luhur warisan para leluhurnya. Acapkali masih kita jumpai warga msyarakat Yogyakarta menggelar upacara-upacara tradisi yang diselenggarakan dengan tujuan tertentu. Misalnya, upacara tradisi Mitoni yang digelar oleh sebuah keluarga sebagai bagian dari rangkaian persiapan kelahiran anak pertamanya.



Mitoni merupakan rangkaian upacara siklus hidup yang sampai saat ini masih dilakukan oleh sebagian masvarakat Jawa, khususnya dl Yogyakarta. Kata mitoni berasal dari kata 'am' (awalan 'am' menunjukkan kata kerja atau berarti melaksanakan) dan 'pitu' yang berarti suatu kegiatan yang dilakukan pada hitungan ketujuh. Maka "amitoni" yang kemudian disingkat "mitoni" adalah tradisi dalam budaya Jawa yang artinya melaksanakan suatu upacara pada bulan ketujuh masa kehamilan pertama seorang perempuan. Dengan tujuan agar janin dalam kandungan dan calon ibu yang sedang mengandung senantiasa memperoleh keselamatan.


Mitoni tidak dapat diselenggarakan sewaktu-waktu, biasanya memilih hari yang dianggap baik untuk menyelenggarakan upacara Mitoni. Menurut Serat Tatacara. hari baik untuk upacara Mtoni adalah hari Rabu (Selasa siang sampai malam) atau Sabtu (Jumat siang sampai malam) sebelum bulan purnama, dan diselenggarakan pada waktu siang atau sore hari. Tempat untuk menyelenggarakan upacara biasanya dipilih di depan suatu tempat  yang biasa disebut dengan pasren, yaitu senthong tengah. Pasren erat sekali dengan kaum petani sebagai tempat untuk memuja Dewi Sri (Dewi Padi), Sebagian besar masyarakat sekarang tidak lagi mempunyai senthong. maka upacara mitoni biasanya diselenggarakan di ruang keluarga, atau ruangan yang luas untuk menyelenggarakan upacara. Dalam hal ini bisa juga dilakukan di halaman rumah.


Adapun beberapa tahapan dalam upacara Mitoni, meliputi sungkeman, siraman, brojolan yang terdiri atas upacara memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain calon ibu oleh sang suami, memutus lawe atau lilitan benang atau janur, memasukkan kelapa gading muda, memecahkan periuk dan gayung, minum jamu sorongan dan nyolong endhog. serta berganti busana. Secara teknis, penyelenggaraan upacara ini  dilaksanakan oleh dukun atau anggota keluarga yang dianggap sebagai yang tertua atau dituakan. Kehadiran dukun ini lebih bersifat seremonial, dalam arti mempersiapkan dan melaksanakan upacara-upacara kehamilan. Acara Mitoni diakhiri dengan berjualan rujak dan makan bersama. Dalam tradisi Jawa, upacara makan bersama juga menjadi bagian yang penting dari rangkaian upacara Mitoni karena dengan makan bersama semua yang hadir diajak mensyukuri rejeki dan anugerah dari Tuhan.

Mata Sehat, Kerja Kuat: Solusi Tetap Produktif

Di era digital seperti sekarang ini, mata menjadi salah satu organ tubuh yang paling rentan mengalami kelelahan. Aktivitas sehari-hari yang tidak bisa lepas dari layar—baik itu komputer, ponsel, tablet, maupun televisi membuat mata bekerja ekstra. Kondisi ini seringkali menyebabkan gejala seperti mata kering, buram, perih, hingga penurunan konsentrasi. Jika dibiarkan, tentu saja hal ini akan memengaruhi produktivitas kerja secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana caranya menjaga kesehatan mata agar tetap fokus dan produktif setiap hari?

Salah satu solusi alami yang semakin populer adalah madu Eyebost, sebuah inovasi suplemen herbal yang dirancang khusus untuk membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan mata secara alami. Produk ini dapat ditemukan dan dibeli melalui situs resmi www.madueyebost.com.



Khasiat Alami Madu Eyebost

Madu Eyebost bukan sembarang madu. Produk ini diformulasikan dengan bahan-bahan herbal berkualitas tinggi yang secara khusus menargetkan kesehatan mata. Kombinasi antara madu hutan murni dan herbal pilihan seperti bilberry, beetroot, dan ekstrak wortel membuat Eyebost menjadi suplemen yang kaya antioksidan, vitamin A, dan senyawa penting lainnya yang dikenal sangat baik untuk mata.

Beberapa khasiat utama madu Eyebost antara lain:

1. Menjaga Kesehatan Retina dan Kornea

Kandungan beta-karoten dan vitamin A dalam Eyebost berperan penting dalam menjaga struktur retina dan memperkuat kornea. Ini membantu penglihatan tetap tajam, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

2. Mengurangi Risiko Mata Kering dan Lelah

Paparan cahaya biru dari layar digital dapat menyebabkan mata kering dan cepat lelah. Antioksidan dari bilberry dan madu hutan dalam Eyebost membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki kelembapan alami mata.

3. Meningkatkan Sirkulasi Darah ke Mata

Kandungan beetroot dalam Eyebost diketahui dapat meningkatkan aliran darah ke organ tubuh, termasuk mata. Sirkulasi darah yang baik sangat penting untuk menutrisi mata dan mencegah kerusakan sel.

4. Membantu Mengurangi Gejala Rabun

Beberapa pengguna madu Eyebost melaporkan adanya perbaikan terhadap gejala rabun jauh atau dekat setelah konsumsi rutin. Ini karena kombinasi nutrisinya membantu meregenerasi sel-sel mata yang rusak.

5. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus

Saat mata dalam kondisi sehat, tentu fokus kerja pun meningkat. Konsumsi Eyebost secara teratur membantu menjaga energi dan konsentrasi sepanjang hari.

Solusi Produktivitas dari Dalam

Menjaga kesehatan mata bukan hanya soal memakai kacamata anti-radiasi atau mengatur pencahayaan ruangan. Tubuh, termasuk mata, memerlukan nutrisi dari dalam agar dapat berfungsi optimal. Di sinilah peran madu Eyebost menjadi sangat penting. Dengan rutin mengonsumsinya, Anda memberikan "bahan bakar alami" bagi mata agar dapat bekerja tanpa gangguan, bahkan dalam jadwal yang padat sekalipun.

Produk ini sangat cocok bagi:

  • Pekerja kantoran yang setiap hari menghadapi layar komputer

  • Mahasiswa dan pelajar yang belajar daring berjam-jam

  • Driver ojek online dan sopir yang bergantung pada penglihatan prima

  • Lansia yang ingin menjaga ketajaman mata seiring usia

  • Siapa pun yang ingin solusi alami untuk kesehatan mata

Aman dan Terpercaya

Madu Eyebost telah terdaftar di BPOM dan diproduksi dengan standar higienis tinggi. Tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak menyebabkan ketergantungan. Justru karena berbasis herbal, produk ini dapat dikonsumsi jangka panjang sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Untuk informasi lebih lanjut, ulasan pengguna, serta pembelian langsung, Anda bisa mengunjungi situs resmi mereka di www.madueyebost.com. Situs ini menyediakan detail lengkap tentang manfaat, kandungan, serta cara konsumsi yang tepat. Anda juga bisa menemukan promo dan diskon menarik di sana.

Di tengah tantangan pekerjaan modern yang menuntut konsentrasi tinggi dan penggunaan mata secara intensif, menjaga kesehatan mata adalah investasi penting bagi produktivitas jangka panjang. Jangan tunggu sampai mata Anda mengalami kerusakan atau gangguan serius.

Dengan solusi alami seperti madu Eyebost, Anda bisa menjaga penglihatan tetap tajam, mata tetap segar, dan pikiran tetap fokus. Karena saat mata sehat, kerja pun jadi kuat.


#MaduEyebost #EyebostOriginal #EyebostHerbal #EyebostResmi #MadueyebostCom #KesehatanMata #MataSehat #TipsMenjagaMata #SolusiMataLelah #MataLelahAkibatLayar #MataKering #CaraMenjagaMata #NutrisiUntukMata


LEBARAN RAMAH LINGKUNGAN: MERAYAKAN IDULFITRI DENGAN TOLERANSI DAN KESADARAN EKOLOGIS

by : Achmad Hambali

Hari Raya Idul fitri merupakan momen sakral yang dinanti-nanti umat Islam di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, Idulfitri menjadi saat yang tepat untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan seperti toleransi dan kepedulian sosial. Namun, seiring berkembangnya zaman dan meningkatnya konsumsi selama perayaan Lebaran, muncul tantangan baru yang perlu diperhatikan: dampak lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk membingkai perayaan Idulfitri dalam semangat yang tidak hanya religius dan sosial, tetapi juga ekologis.

 


Tradisi Lebaran di Indonesia sangat kaya, mulai dari tradisi mudik hingga saling mengunjungi keluarga dan kerabat. Berbagi makanan khas seperti ketupat, opor, dan kue-kue kering selalu menjadi hal wajib yang tak terlupakan. Sayangnya, kegiatan ini juga menghasilkan limbah dalam jumlah besar, seperti plastik dari bungkus makanan, sisa makanan yang terbuang, hingga emisi karbon dari kendaraan bermotor selama arus mudik. Kesadaran akan isu-isu ini belum sepenuhnya tumbuh di kalangan masyarakat. Padahal, menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat manusia, termasuk dalam ajaran Islam.

 

Islam sendiri mengajarkan prinsip kesederhanaan (zuhud), tidak berlebih-lebihan (israf), serta menjaga ciptaan Tuhan (khalifah fil ard). Oleh karena itu, sudah seharusnya semangat Idul fitri juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran ekologis. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat membungkus makanan, memanfaatkan kembali wadah yang dapat digunakan ulang, hingga mengolah sisa makanan menjadi kompos atau memberikannya kepada yang membutuhkan. Tindakan-tindakan kecil ini bila dilakukan bersama dapat membawa dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.

 

Selain itu, hari raya idul fitri juga merupakan saat yang tepat untuk memperkuat nilai toleransi antarumat beragama dan antar kelompok sosial. Dalam semangat Idul fitri yang penuh kasih dan pengampunan, kita diajak untuk membuka hati, tidak hanya kepada sesama Muslim, tetapi juga kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air, tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau budaya. Toleransi dan kepedulian terhadap sesama ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti berbagi makanan dengan tetangga berbeda keyakinan, menyapa dan memberi ucapan selamat kepada siapa pun, atau menjaga ketenangan dan kenyamanan lingkungan selama perayaan berlangsung.

 

Menggabungkan semangat toleransi dan kesadaran lingkungan dalam perayaan Idulfitri bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, ini bisa menjadi langkah awal menuju budaya baru yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Bayangkan jika setiap keluarga memulai tradisi Lebaran dengan meminimalisasi limbah, mendaur ulang, serta melibatkan semua lapisan masyarakat dalam suasana kebersamaan yang hangat. Lebaran akan terasa lebih bermakna, bukan hanya sebagai hari kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai kemenangan atas egoisme dan ketidakpedulian terhadap sesama dan lingkungan.


Akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang baju baru atau makanan melimpah, tetapi juga tentang pembaruan jiwa, mempererat hubungan antar manusia, dan membangun kembali komitmen terhadap bumi tempat kita berpijak. Idulfitri yang ramah lingkungan dan penuh toleransi adalah wujud nyata dari keimanan yang berakar pada kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian.


#ToleransiDiHariRaya

#Salingjaga

#LingkunganHariRaya

Cyberbullying

Selebritis adalah sosok yang paling banyak mendapatkan bullying secara online (cyberbullying). Selebritis menjadi sosok yang dikenal oleh banyak orang. Segala tingkah lakunya disorot. Sebagai publik figur, tentunya ada penggemar dan pembenci atau haters. Sosok pembenci inilah yang akan menjadi tukang bully di media sosial. Apalagi sangat mudah untuk melakukan perundungan secara online hanya dengan mengetik kata-kata kebencian di media sosial milik sang selebritis.



cyberbullying tidak hanya menyerang selebritis, sebab orang dari kalangan biasa pun tetap bisa terkena bullying di media sosialnya. Bahkan para haters di kolom komentar sang artis itu sendiri pun saling membully. Adapun politikus dan tokoh-tokoh yang juga kerap mendapatkan perlakuan cyberbullying karena banyaknya pembenci yang dimilikinya.


cyberbullying bisa menimpa siapa saja, selama orang tersebut bermain media sosial dan dikenal oleh banyak orang serta memiliki haters, maka hal itu bisa saja terjadi.

==========================

Setelah membaca, jawablah pertanyaan di bawah ini!




Pertumbuhan Kewirausahaan di Indonesia: Tren dan Kontribusi Ekonomi

Pertumbuhan Kewirausahaan di Indonesia: Tren dan Kontribusi Ekonomi




Jumlah Wirausahawan di Indonesia (2018-2023)
Dalam lima tahun terakhir, jumlah wirausahawan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2018, jumlah wirausahawan tercatat sekitar 3,1 juta. Hingga tahun 2023, angka tersebut melonjak menjadi 6,5 juta. Rata-rata pertumbuhan jumlah wirausahawan per tahun berada di kisaran 15-20%, didorong oleh berbagai program pemerintah, kemudahan akses permodalan, dan kemajuan teknologi.

Sektor Wirausaha Paling Berkembang
Sektor yang paling berkembang di kalangan wirausahawan Indonesia adalah sektor digital dan teknologi. Pada tahun 2023, 35% dari total wirausahawan Indonesia bergerak di bidang teknologi dan e-commerce, diikuti oleh sektor makanan dan minuman dengan persentase 25%. Sektor jasa kreatif juga menunjukkan perkembangan pesat, menyumbang 18% dari total wirausahawan.

Kontribusi Wirausahawan terhadap PDB
Kewirausahaan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada tahun 2018, kontribusi wirausahawan terhadap PDB tercatat sebesar 5,7%. Lima tahun kemudian, pada tahun 2023, kontribusinya meningkat menjadi 9,2%. Pertumbuhan ini menunjukkan pentingnya sektor wirausaha dalam menggerakkan perekonomian nasional, terutama melalui penciptaan lapangan kerja baru dan inovasi bisnis.

Rasio Wirausahawan terhadap Penduduk
Rasio wirausahawan terhadap total penduduk Indonesia juga mengalami kenaikan. Pada tahun 2018, rasio ini sebesar 1,2%, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi 2,4%. Meski terjadi peningkatan, rasio ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura (8,5%) dan Malaysia (4,7%), sehingga ada potensi besar untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Peran Pendidikan dan Pelatihan dalam Pertumbuhan Kewirausahaan
Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan memainkan peran kunci dalam peningkatan jumlah wirausahawan. Pada tahun 2023, 60% wirausahawan baru yang memulai usaha mengaku mendapatkan pelatihan atau mengikuti program pendidikan kewirausahaan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan berbagai program inkubasi bisnis, khususnya bagi pelaku usaha muda, yang bertujuan untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka.


Data-data di atas dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik batang, atau infografik yang menggambarkan tren pertumbuhan jumlah wirausahawan, sektor yang paling berkembang, kontribusi kewirausahaan terhadap PDB, dan peran pendidikan serta pelatihan dalam perkembangan kewirausahaan di Indonesia.

Contoh Teks Eksplanasi - Gempa Palu

GEMPA PALU



PERNYATAAN UMUM

Gempa besar pernah melanda kota Palu pada 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Mamuju, bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Makassar.


PENJELASAN UMUM

Gempa tersebut memicu gelombang laut setinggi 5 meter di Kota Palu. Kekuatan gempa di bulan September 2018 tersebut mencapai 6.0 skalarichter. Akibat gempa tersebut, setidaknya sebanyak 2.045 orang meninggal dunia, 632 orang luka-luka, 5.000 orang hilang, 16.732 penduduk mengungsi, dan 66.390 rumah hancur. Pusat gempa berada di darat, yaitu sekitar Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Di Makassar, getaran sempat dirasakan beberapa detik. Di Palopo, Sulawesi Selatan, guncangan terasa cukup besar hingga membuat warga meninggalkan rumah. Sementara di Balikpapan, guncangan gempa juga dirasakan di rusunawa dan hotel. Secara umum, gempa dirasakan berintensitas kuat selama 2-10 detik. Selain mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa, gempa bumi ini juga mengakibatkan gejala likuefaksi beberapa saat setelah puncak gempa terjadi. Likuefaksi atau pencairan tanah ini memakan banyak korban jiwa dan material. Dua tempat yang paling parah mengalami bencana ini adalah Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu.


INTERPRESTASI

Gempa bumi dan tsunami Palu juga turut dirasakan oleh daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Donggala, Kota Samarinada, dan Kota Balikpapan. Selain menewaskan ribuan orang, gempa bumi dan tsunami Palu ini juga mengakibatkan gejala likuefaksi atau pencairan tanah.

Langkah Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026



Timnas Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi babak kualifikasi FIFA World Cup 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi timnas semakin meningkat, terutama setelah kemenangan di turnamen regional. Pelatih timnas telah menyusun strategi baru dengan harapan bisa membawa Indonesia lolos ke ajang sepak bola terbesar di dunia.

Pada bulan september tahun 2024, Timnas akan menghadapi pertandingan penting melawan beberapa negara Asia lainnya. Persiapan yang matang telah dilakukan oleh tim pelatih, dan para pemain pun terlihat antusias menyambut tantangan tersebut: mereka bertekad memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Target utama timnas adalah lolos dari fase grup kualifikasi dan melangkah ke putaran berikutnya.

Beberapa pemain andalan Indonesia, seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, akan menjadi tulang punggung dalam pertandingan-pertandingan krusial tersebut. Kedua pemain ini telah menunjukkan performa luar biasa di kompetisi klub mereka di Eropa dan Asia. Selain itu, ada juga beberapa pemain muda yang diproyeksikan untuk menambah kekuatan tim.

Tantangan terbesar yang dihadapi timnas adalah menghadapi negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Korea Selatan dan Jepang. Namun, pelatih yakin bahwa dengan persiapan yang baik, Indonesia bisa memberikan perlawanan berarti. "Kita harus bekerja keras dan fokus," ujar sang pelatih: menurutnya, keberhasilan bisa diraih dengan disiplin dan kekompakan.

Selain kekuatan di lapangan, timnas juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat Indonesia. Para suporter yang dikenal dengan sebutan Garuda Fans selalu hadir dalam setiap pertandingan penting, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dukungan moral ini diharapkan bisa menjadi dorongan tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.

Sayangnya, masalah cedera beberapa pemain kunci menjadi kendala dalam persiapan tim. Kapten tim, Asnawi mangkualam, dikabarkan mengalami cedera lutut saat latihan. Tim medis timnas berusaha keras agar ia bisa pulih tepat waktu dan siap bermain di pertandingan penting tersebut. Kondisi Asnawi akan terus dipantau oleh tim pelatih dan dokter tim.

Langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 masih panjang, namun harapan masyarakat Indonesia tetap tinggi. Semua pihak berharap bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan penuh, Indonesia bisa membuat sejarah baru di dunia sepak bola. Dengan persiapan yang baik, impian menuju FIFA World Cup bukanlah hal yang mustahil.

Contoh Teks Eksplanasi - OMBAK BONO

OMBAK BONO



Ombak adalah sebuah gelombang permukaan yang umum terjadi di lautan akibat adanya energi yang mengalir di air tersebut. Namun, berbeda dengan ombak yang terjadi di muara Sungai Kampar, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.


Ombak ini disebut dengan Ombak Bono. Bahkan gelombang permukaan dari ombak bono memiliki ukuran yang cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk berselancar. Peristiwa unik ini akan muncul ketika air laut pasang dan memasuki Sungai Kampar. Di saat yang bersamaan air Sungai Kampar juga mengalir ke laut sehingga terjadi benturan yang menghasilkan ombak. Semakin besar pasang air laut, maka akan semakin besar pula ombak yang dihasilkan. Faktor lain yang mendukung terciptanya ombak bono adalah aliran air sungai menuju muara, hujan, air, pasang, posisi bulan, tinggi rendah kedalaman air, dan lingkungan hutan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Beberapa sungai di dunia yang memiliki ombak adalah sungai Amazon di Brazil, sungai Qiantang di China, Sungai Eisbach di Jerman, dan sungai Zambezi di Zambia.

W.S. Rendra: Sang Penyair Multi-dimensi

Sumber Gambar : Kompas.com

W.S. Rendra, yang memiliki nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, adalah salah satu tokoh sastra terbesar di Indonesia. Lahir pada 7 November 1935 di Solo, Jawa Tengah, Rendra dikenal sebagai penyair, dramawan, dan aktor yang memiliki pengaruh besar dalam dunia kesusastraan dan teater Indonesia. Karya-karyanya yang mendalam dan penuh makna, serta peranannya dalam mengembangkan teater modern Indonesia, membuatnya dijuluki sebagai "Burung Merak" oleh banyak penggemarnya.


Rendra memulai karier sastranya pada usia muda. Ia menulis puisi sejak duduk di bangku sekolah menengah dan terus mengasah bakatnya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di universitas ini, Rendra aktif dalam kegiatan teater dan sastra, memperkenalkan gaya penulisan dan pementasan yang inovatif dan eksperimental. Puisi-puisinya, seperti "Blues untuk Bonnie" dan "Mencari Bapak," menggambarkan realitas sosial dengan gaya yang khas, penuh simbolisme, dan kritik sosial yang tajam.


Pada tahun 1967, Rendra mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta, yang menjadi pusat pengembangan teater kontemporer di Indonesia. Bengkel Teater tidak hanya menghasilkan banyak karya teater yang monumental, tetapi juga melahirkan banyak seniman dan aktor berbakat. Di bawah bimbingan Rendra, teater ini dikenal karena keberaniannya mengeksplorasi tema-tema sosial dan politik yang kontroversial, sekaligus mempertahankan kualitas artistik yang tinggi.


Salah satu karya teater Rendra yang paling terkenal adalah "Mastodon dan Burung Kondor," yang pertama kali dipentaskan pada tahun 1973. Pementasan ini menggambarkan konflik antara kekuatan besar yang korup dengan rakyat kecil yang tertindas, sebuah tema yang relevan dengan situasi politik Indonesia pada masa itu. Karya ini, bersama dengan banyak pementasan lainnya, menunjukkan keberanian Rendra dalam menggunakan teater sebagai alat untuk menyuarakan kritik sosial dan politik.


Selain karyanya di bidang teater, Rendra juga dikenal karena puisi-puisinya yang mendalam dan penuh makna. Ia sering menggunakan bahasa yang sederhana namun sarat dengan makna, mencerminkan kehidupan sehari-hari dengan cara yang begitu nyata dan menyentuh. Puisi-puisi seperti "Sajak Sebatang Lisong" dan "Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta" menggambarkan kehidupan sosial dengan gaya yang lugas dan penuh emosi.


W.S. Rendra juga dikenal sebagai seorang intelektual yang aktif menyuarakan pandangannya tentang berbagai isu sosial dan politik. Ia sering terlibat dalam berbagai diskusi dan forum, baik di dalam maupun di luar negeri, membahas peran seniman dalam masyarakat dan pentingnya kebebasan berekspresi. Rendra percaya bahwa seni harus menjadi cermin masyarakat, yang tidak hanya merefleksikan tetapi juga mengkritisi dan menginspirasi perubahan.


W.S. Rendra meninggal dunia pada 6 Agustus 2009, namun warisannya terus hidup melalui karya-karyanya yang abadi. Pengaruhnya dalam dunia sastra dan teater Indonesia sangat besar, menginspirasi generasi seniman muda untuk terus berkarya dan berani menyuarakan kebenaran. Dengan dedikasinya terhadap seni dan keberaniannya dalam menghadapi tantangan, Rendra tetap dikenang sebagai salah satu tokoh besar yang telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan kesusastraan dan seni Indonesia.

Sutan Takdir Alisjahbana (1908—1993)

Sutan Takdir Alisjahbana (1908—1993)



Sutan Takdir Alisjahbana pengarang Indonesia yang banyak berorientasi ke dunia Barat. Dia mengatakan bahwa otak Indonesia harus diasah menyamai otak Barat. Walaupun banyak ditentang orang, Sutan Takdir Alisjahbana tetap dengan pendiriannya itu. Sutan Takdir Alisjahbana lahir di Natal, Tapanuli, Sumatra Utara, tanggal 11 Februari 1908, dan meninggal tanggal 31 Juli 1993. Jenazahnya dimakamkan di sebuah bukit di sekitar Bogor. 

Sutan Takdir Alisjahbana menempuh pendidikan dasar di HIS Bengkulu. Setelah tamat dari HIS, ia melanjutkan pendidikan ke Kweekschool di Bukittinggi kemudian ia pindah ke Lahat, lalu ke Muara Enim. Setelah menamatkan pendidikan di Kweekschool, ia melanjutkan sekolahnya ke Hogere Kweekschool (HKS) Bandung tahun 1925--1928. Pendidikan yang dijalaninya di Bandung itu adalah pendidikan guru. Tahun 1931 ia mengikuti pendidikan di Hoofdacte Cursus Jakarta, sejenis pendidikan guru, dan tamat tahun 1933. Tahun 1937 ia mengikuti kuliah di Rechtshcogeschool (Sekolah Hakim Tinggi) Jakarta dan tamat tahun 1942. Di samping itu, tahun 1940 ia mengikuti kuliah di Fakultas Sastra, Universiteit van Indonesie, program studi Ilmu Bahasa Umum, Filsafat Asia Timur dan tamat tahun 1942. Tahun 1979 Sutan Takdir Alisjahbana mendapat gelar Doctor Honoris Causa untuk Ilmu Bahasa dari Universitas Indonesia dan tahun 1987 mendapat gelar Doctor Honoris Causa untuk Ilmu Sastra dari Universiti Sains Malaysia. 

Sutan Takdir Alisjahbana mulai bekerja sebagai guru sekolah dasar (Hollandsch Inlandsche School) di Palembang, Sumatra Selatan, tahun 1928—1929. Setelah dua tahun mengajar, tahun 1930 ia pindah ke Jakarta. Dia menjabat redaktur kepala pada Penerbit Balai Pustaka dan pimpinan majalah Pandji Poestaka tahun 1930—1942. Tahun 1942—1945 ia bertugas sebagai penulis ahli dan anggota Komisi Bahasa Indonesia, Jakarta. Tahun 1945—1950 menjabat Ketua Komisi Bahasa Indonesia. Dalam tahun-tahun itu, ia juga menjabat Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan kemudian ia ddiangkat sebagai guru dan Direktur SMA Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan. Tahun 1946—1948 ia bertugas sebagai dosen di Universitas Indonesia untuk mata kuliah Bahasa Indonesia, Sastra , dan Sejarah Kebudayaan. Setelah mendirikan Universitas Nasional, ia menjabat rektor universitas itu. Di samping itu, ia menjabat guru besar luar biasa di Akademi Luar Negeri, Jakarta, guru besar di Universitas Andalas, guru besar di Akademi Jurnalistik, guru besar di University of Malaya, Kuala Lumpur, dosen di Fakultas Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan dosen di Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta. 

Tahun 1933 Sutan Takdir Alisjahbana mendirikan dan menerbitkan majalah Poedjangga Baroe bersama-sama dengan Amir Hamzah dan Armijn Pane. Majalah ini menyuarakan pembaharuan sastra. Sutan Takdir Alisjahbana menampilkan beberapa tulisan yang berorientasi pada pendiriannya itu, yaitu pembaruan ala Barat. 

Sutan Takdir Alisjahbana beragama Islam. Sampai akhir hayatnya ia telah beristri tiga kali. Tahun 1929 ia menikah dengan Raden Ajeng Rohani Daha. Dari pernikahannya itu, mereka memperoleh tiga orang anak, yaitu Samiati, Iskandar, dan Sofyan. Raden Ajeng Rohani Daha meninggal dunia tahun 1935. Tahun 1941 Sutan Takdir Alisjahbana menikah dengan Raden Roro Sugiarti. Dari pernikahan itu, mereka memperoleh dua orang anak, yaitu Mirta dan Sri Artaria. Raden Roro Sugiarti meninggal dunia tahun 1952 di Los Angeles. Tahun 1993 Sutan Takdir Alisjahbana menikah lagi dengan Dr. Margaret Axer di Bonn, Jerman Barat. Dari pernikahannya itu, mereka memperoleh anak empat orang, yaitu Tamalia, Marita, Marga, dan Mario. 

Karya Sutan Takdir Alisjahbana yang berupa novel, antara lain Tak Putus Dirundung Malang (Balai Pustaka, 1929) dan Layar Terkembang. Dia juga menulis puisi, antara lain Tebaran Mega(kumpulan puisi) dan esai sastra, antara lain Kebangkitan Puisi Baru Indonesia. Tulisannya yang berhubungan dengan masalah bahasa, misalnya Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia dan Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Modern (kumpulan karangan tentang bahasa Indonesia). Dia juga menulis masalah kebudayaan, yakni Polemik Kebudayaan (Balai Pustaka, Edisi III, 1977) dan Perkembangan Sejarah Kebudayaan Dilihat dari Jurusan Nilai-Nilai (Idayu, edisi II, 1977). Salah satu karangannya yang menjadi pemicu terjadinya polemik pada tahun 1936 dan dimuat dalam buku kumpulan karangan yang disunting oleh Achdiat K. Mihardja berjudul Polemik Kebudayaan. Selain itu, ia juga menulis masalah filsafat, seperti Pembimbing ke Filsafat (Dian Rakyat, 1945) dan Kelakuan Manusia di Tengah-Tengah Alam Semesta (Dian Rakyat, 1983). Sutan Takdir juga menulis masalah pendidikan, antara lain Museum Sebagai Alat Pendidikan (Dian Rakyat, 1954). Artikelnya dalam bidang seni, antara lain "Perkembangan Seni Indonesia dan Kebudayaan yang sedang Tumbuh". Artikelnya dalam masalah sosial, antara lain "Pemandangan dalam Dunia Surat Kabar" (Pandji Poestaka, Tahun. VII, 1930). Artikelnya dalam masalah agama, antara lain "Pembangunan Ekonomi dan Etik Ekonomi Islam" (Ilmu dan Budaya, Thn IV, No. 3, April 1982). Sutan Takdir juga menulis artikel tentang sejarah, seperti "Gandhi, Perlawanan Mengalah di Inia" (Pandji Poestaka", Tahun. VIII, No. 41, 1930). 

Berbagai tanggapan terhadap peran Sutan Takdir Alisjahbana dalam memajukan dan mengembangkan kesusastraan di Indonesia, antara lain dikemukakan oleh H.B. Jassin dalam Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai I (1985). H.B Jassin secara tidak langsung mengakui kedudukan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai pemberi arah perkembangan kesusastraan Indonesia. Sementara itu, Pamusuk mengatakan bahwa di samping sebagai sastrawan, Sutan Takdir Alisjahbana juga dikenal sebagai pemikir, dalam hal ini pemikir kebudayaan yang kontroversial karena pemikirannya sering tidak diterima umum atau bertentangan dengan pendapat umum yang berlaku. 

Berikut sejumlah karya Sutan Takdir Alisjahbana (1) Tak Putus Dirundung Malang (novel), diterbitkan di Jakarta oleh Balai Pustaka tahun 1929 dan edisi ke-10 dicetak oleh Dian Rakyat tahun 1989, (2) Dian yang Tak Kunjung Padam (novel) diterbitkan oleh Balai Pustaka, 1932, dan edisi ke-10 dicetak oleh Dian Rakyat tahun 1989, (3) Layar Terkembang (novel) diterbitkan oleh Balai Pustaka, tahun 1937, dan edisi ke-20 dicetak oleh Balai Pustaka tahun 1990, (4) Anak Perawan di Sarang Penyamun (novel) diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1940, dan edisi ke-10 dicetak oleh Dian Rakyat tahun 1989, (5) Tebaran Mega (kumpulan puisi) diterbitkan oleh Pustaka Rakyat tahun 1935 dan dicetak ulang tahun 1963, (6) Puisi Lama (kumpulan dan komentar tentang puisi Indonesia Klasik) diterbitkan Dian Rakyat tahun 1946, dan edisi ke-6 oleh Dian Rakyat tahun 1975, (7) Puisi Baru (kumpulan dan komentar tentang puisi Indonesia modern) diterbitkan oleh Dian Rakyat, Jakarta, tahun 1946, dan edisi ke-7 oleh Dian Rakyat tahun 1975, (8) Grotta Azzura, Kisah Cinta dan Cita (novel) diterbitkan oleh Dian Rakyat tahun 1970 dan edisi ke-3 oleh Dian Rakyat tahun 1990, (9) Kalah dan Menang (novel) tahun 1978, (10) Lagu Pemacu Ombak (kumpulan puisi) tahun 1978. Organisasi profesi internasional yang diikuti oleh Sutan Takdir Alisjahbana, antara lain (1) Committee of Directors of the International Federation of Philosophical Societies di Brussel (1954—1959), (2) Societe de Linguistique du Paris (1951—1994), dan (3) World Futures Studies Federation, Roma (1974—1994), dan (4) Koninklijk Institute voor Taal-Land-en Volkenkunde (KITLV) Belanda (1976—1994). Sutan Takdir Alisjahbana juga tercatat sebagai ketua Akademi Jakarta yang pertama. Sutan Takdir Alisjahbana mendapat anugerah dari Kaisar Jepang The Order of Sacred Treasure, Gold and Scheer untuk karyanya Kalah dan Menang.


Sumber: https://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/Sutan_Takdir_Alisjahbana | Ensiklopedia Sastra Indonesia - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Teks Argumentasi - Materi Kelas XI Kurikulum Merdeka



A.    TEKS ARGUMENTASI


Teks argumentasi merupakan tulisan yang berisi suatu gagasan atau pendapat dengan maksud untuk menyatakan kebenaran. Kebenaran tersebut didasarkan dari pendapat yang di dukung dengan ataupun fakta sebagai bukti penguat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari teks argumentasi adalah untuk memenuhi pembaca agar memiliki pendapat yang sama dengan penulis.

Sama halnya dengan jenis teks lain, teks argumentasi jufa memiliki ciri-ciri tertentu sebagai berikut:

1.   Terdiri atas kalimat yang berisi pernyataan, ide, dan pendapat dari penulis

2.   Pernyataan, ide, atau pendapat penulis tersebut didasarkan pada data dan fakta sebagai pendukung.

3.   Nilai kebenarannya hanya dapat ditinjau dari data dan fakta yang dipaparkan.

4.   Bagian akhir teks argumentasi berisi simpulan dari pandangan penulis dengan cara yang lebih luas.

 

Adapun teks argumentasi berdasarkan struktur paragrafnya dikelompokkan menjadi sebagai berikut:

1.   Paragraf argumentasi analogi atau perbandingan.

Contoh  :   Seseorang memiliki ilmu pengetahuan dan berpendidikan tinggi, Ia akan seperti padi, setangkai padi yang mulai berisi akan merunduk. Makin bernas bulir padi itu, makin merunduk tangkainya. Begitu pula manusia yang berilmu dan berpendidikan tinggi. Semakin Ia berwawasan, semakin Ia merendahkan hati seperti merunduknya setangkai padi yang berbulir bernas.

 

2.   Paragraf argumentasi generalisasi atau umum.

Contoh :   Setelah diadakan survey ke permukiman liar di sepanjang rel kereta api itu, banyak penduduk menempati rumah-rumah yang terbuat dari bahan berupa seng, papan, dan kardus. Rumah itu tidak memiliki MCK, pendek, pengap, berlantai tanah, dan lembab. Jadi, dapat dikatakan bahwa tempat tinggal mereka tidak layak huni dan tidak sehat.

 

3.   Paragraf argumentasi sebab - akibat

Contoh :   Masa pademi Covid-19 yang tidak kunjung usai hadirkan banyak persoalan baru. Sebelumnya, pada awal peristiwa banyak pekerja yang dirumahkan. Selain itu, banyak bisnis dan UMKM yang gulung tikar. Belum lagi angka kemiskinan yang kian tinggi. Tidak heran jika banyak orang yang ingin masa pandemic ini segera berakhir.

 

Wujudkan Pendidikan Berkualitas dengan Taat Membayar Pajak

Wujudkan Pendidikan Berkualitas dengan Taat Membayar Pajak

Oleh : Achmad Hambali


Sumber Gambar : kompasiana.com

Pendidikan berkualitas menjadi fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang baik tidak hanya mencakup pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan kreativitas individu. Namun, untuk mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, diperlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk keterlibatan aktif masyarakat dalam membayar pajak.


Pajak merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar bagi negara dalam menyediakan layanan publik, termasuk pendidikan. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk membayar pajak sesuai dengan kemampuan finansialnya. Namun, sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang enggan atau bahkan menghindari kewajiban membayar pajak. Padahal, kontribusi pajak yang tepat dapat memberikan dampak besar terhadap penyediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas.


Salah satu alasan mengapa pembayaran pajak menjadi penting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas adalah karena pendapatan pajak digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pendidikan. Mulai dari pembangunan gedung sekolah, pengadaan peralatan pembelajaran, hingga pelatihan guru, semuanya membutuhkan dana yang cukup besar. Tanpa dukungan pajak yang memadai, pemerintah akan kesulitan untuk meningkatkan standar pendidikan.


Selain itu, pembayaran pajak yang taat juga berdampak pada ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas di sektor pendidikan. Dengan pendapatan pajak yang memadai, pemerintah dapat memberikan insentif yang menarik bagi para tenaga pendidik, baik itu dalam bentuk peningkatan gaji maupun pelatihan profesional. Hal ini akan mendorong semakin banyak individu yang berkompeten dan berdedikasi untuk terlibat dalam dunia pendidikan.


Tidak hanya itu, pajak juga memainkan peran penting dalam menjamin akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui program subsidi atau bantuan pendidikan, pemerintah dapat memberikan bantuan keuangan kepada keluarga kurang mampu sehingga anak-anak mereka tetap dapat mengenyam pendidikan yang layak. Dengan demikian, kesenjangan dalam akses pendidikan dapat diminimalkan, dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.


Namun, upaya untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dengan membayar pajak tidak selalu berjalan lancar. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak dan pengelolaan dana pajak yang transparan dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan penggunaan dana pajak yang tepat sasaran.


Pertama-tama, perlu dilakukan sosialisasi secara massif tentang pentingnya membayar pajak bagi pembangunan pendidikan. Pendidikan tentang pajak sebaiknya dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun melalui media massa, agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran dan manfaat pajak.


Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana pajak, termasuk dana yang dialokasikan untuk pendidikan. Informasi mengenai penggunaan dana pajak seharusnya mudah diakses oleh publik sehingga masyarakat dapat memastikan bahwa kontribusi mereka benar-benar digunakan untuk kepentingan bersama, termasuk penyediaan pendidikan yang berkualitas.


Tidak kalah pentingnya, penegakan hukum terhadap pelanggar pajak juga perlu ditingkatkan. Dengan memberlakukan sanksi yang tegas bagi para pelanggar, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mematuhi kewajiban pajak mereka dengan lebih baik.


Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidikan berkualitas menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan. Untuk itu, setiap individu, tanpa terkecuali, perlu menyadari tanggung jawabnya dalam membayar pajak demi mendukung pembangunan pendidikan yang berkualitas. Hanya dengan keterlibatan aktif dan kesadaran kolektif masyarakatlah, kita dapat mewujudkan visi pendidikan yang merata dan bermutu untuk semua anak bangsa.

Rubrik Penilaian Tugas Akhir Video Drama

 Rubrik Penilaian Tugas Akhir Video Drama



Rubrik Penilaian Menulis Teks Biografi

 Rubrik Penilaian Menulis Teks Biografi



RUBRIK PENILAIAN MUSIKALISASI PUISI KELAS XI

RUBRIK PENILAIAN MUSIKALISASI PUISI

KELAS XI




Teks Argumentasi - Tindakan Perundungan yang Harus Mendapat Tindakan Tegas

Tindakan Perundungan yang Harus Mendapat Tindakan Tegas


Oleh :

Kelompok 4 - Kelas XI K

(4) alika silvi bunga
(11) fadhil hernansyah
(12) fawwaz wahta d.m
(21) marsela dwi



Perundungan adalah suatu bentuk kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang lebih lemah dengan maksud untuk membuat orang tersebut merasa takut . Tindakan perundungan tidak saja dilakukan oleh orang dewasa, akan tetapi anak pun dapat menjadi pelaku tindakan perundungan. Anak yang berasal dari status sosial yang rendah pun dapat saja menjadi pelaku tindakan perundungan demi mendapatkan penghargaan dari kawan-kawan di lingkungannya. Alasan pelaku menindas para korban dapat didasari oleh kecemburuan sosial, kebencian, atau bahkan bisa saja dilakukan dalam rangka melakukan pemerasan kepada korban.


Perundungan atau yang lazim disebut dengan bullying merupakan salah satu topik yang selalu hangat dikalangan masyarakat. Sebenarnya masalah perundungan ini sudah sejak lama ada dan tumbuh dalam masyarakat, akan tetapi cara-cara yang digunakan untuk penanganan perundungan ini dianggap masih kurang tegas, Oleh karena itu, Pelaku perundungan harus dihadapkan pada sanksi yang sesuai, seperti pembekuan hak istimewa, penangguhan, atau bahkan penghentian dan Pelaku perundungan perlu mendapatkan bimbingan dan konseling agar mereka memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku anak dibawah umur atas tindakan perundungan fisik dapat diajukan ke muka pengadilan dengan berlandaskan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Perundungan fisik dengan sifat penganiayaan akan menyebabkan anak mengalami sakit fisik atau luka-luka. Adapun perundungan secara psikis , dapat berdampak pada psikologis anak yang seringkali menyebabkan anak korban perundungan memilih untuk mengakhiri hidupnya.


Berdasarkan kasus diatas, dapat dilihat bahwa betapa bahayanya dampak perundungan bagi korbannya. Dalam kasus seperti ini siapakah yang dapat dipersalahkan atau pihak manakah yang dapat bertanggung jawab. Jika kasus perundungan tidak menyebabkan korban kehilangan nyawa mungkin pihak pelaku dapat menganggap hal tersebut adalah perundungan ringan. Tetapi bagaimana halnya ketika perundungan tersebut sampai mengakibatkan kehilangan nyawa pada seseorang.


Oleh karena itu, memberikan kepastian hukum terhadap bentuk pertanggung jawaban yang dilakukan oleh pelaku perundungan fisik agar mengacu pada undang-undang yang mengatur secara khusus dan menyeluruh mengenai perundungan. Melakukan pembinaan (pengarahan) kepada masyarakat terutama kepada anak-anak yang dirasa belum mengerti dan paham mengenai bahayanya perbuatan perundungan bagi dirinya dan juga bagi orang lain, sebagai bentuk suatu perbuatan pencegahan (preventif) agar tidak menimbulkan kasus serupa dikemudian hari.

Teks Argumentasi - Dari Taman Bermain ke Layar Piksel: Meningkatnya Kecanduan Digital pada Anak dan Remaja

Dari Taman Bermain ke Layar Piksel: Meningkatnya Kecanduan Digital pada Anak dan Remaja


Oleh:

 Kelompok 3 - Kelas XI K

01 - Aero Elba Cahaya Hati

28 - Satya Sandhatrisa Gunatmika

32 - Vanessa Anastasya

34 - Waudy Istana Filjannah



emajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Seiring dengan perkembangan pesat dunia digital, semakin banyak anak dan remaja yang merasa terikat dengan layar gadget mereka. Fenomena ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam ketergantungan digital pada generasi muda. Dari bermain di taman hingga terpaku pada layar piksel, perubahan perilaku ini memiliki dampak yang kompleks dan penting untuk dipahami.


Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya ketergantungan digital pada anak dan remaja. Akses mudah ke perangkat teknologi dan internet memungkinkan mereka terhubung dengan dunia maya kapan saja dan di mana saja. Selain itu, aplikasi dan platform sosial media dirancang untuk menciptakan koneksi dan interaksi yang kuat, menarik para pengguna muda untuk terus berada dalam lingkungan digital. Hal ini juga diperparah oleh konten yang menarik dan hiburan digital yang terus berkembang, membuat mereka sulit untuk melepaskan diri dari layar.


Kecanduan digital pada anak dan remaja dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental dan perkembangan sosial mereka. Peningkatan waktu yang dihabiskan di depan layar berpotensi mengganggu tidur dan aktivitas fisik yang cukup, menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental seperti gangguan tidur dan peningkatan stres. Selain itu, ketergantungan ini dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial mereka, karena interaksi tatap muka dengan teman sebaya sering kali digantikan oleh interaksi online.


Penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami dan mengatasi masalah ketergantungan digital ini. Membangun kesadaran tentang batas waktu layar yang sehat dan mendorong kegiatan di luar ruangan dapat membantu mengurangi ketergantungan. Pendidik juga dapat memasukkan pendekatan edukatif tentang penggunaan teknologi yang bijak dalam kurikulum, memberikan anak-anak dan remaja alat untuk mengembangkan hubungan yang seimbang dengan dunia digital.


Tantangan ketergantungan digital pada anak dan remaja adalah isu yang semakin mendesak untuk diatasi. Meskipun teknologi membawa banyak manfaat, keseimbangan antara dunia digital dan aktivitas dunia nyata tetap penting. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor pendorong dan dampaknya, kita dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.